Showing posts with label Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan. Show all posts

12 August 2011

Keutamaan Puasa

Banyak sekali ayat yang tegas dan muhkam (qath'i) dalam Kitabullah yang mulia, memberikan anjuran untuk puasa sebagai sarana untuk taqarrub kepada Allah 'Azza wa Jalla dan juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya, seperti firman Allah.

"Artinya : Sesungguhnya kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, kaum pria yang patuh dan kaum wanita yang patuh, dan kaum pria serta wanita yang benar (imannya) dan kaum pria serta kaum wanita yang sabar (ketaatannya), dan kaum pria serta wanita yang khusyu', dan kaum pria serta wanita yang bersedekah, dan kaum pria serta wanita yan berpuasa, dan kaum pria dan wanita yang menjaga kehormatannya (syahwat birahinya), dan kaum pria serta wanita yang banyak mengingat Allah, Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar" [Al-Ahzab : 35]
Dan firman Allah.

"Artinya : Dan kalau kalian puasa, itu lebih baik bagi kalian kalau kalian mengetahuinya" [Al-Baqarah : 184]
Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah menjelaskan dalam hadits yang shahih bahwa puasa adalah benteng dari syahwat, perisai dari neraka. Allah Tabaraka wa Ta'ala telah mengkhususkan satu pintu surga untuk orang yang puasa. Puasa bisa memutuskan jiwa dari syahwatnya, menahannya dari kebiasaan-kebiasaan yang jelek, hingga jadilah jiwa yang tenang. Inilah pahala yang besar, keutamaan yang agung ; dijelaskan secara rinci dalam hadits-hadits shahih berikut ini, dijelaskan dengan penjelasan yang sempurna.

  • Puasa Adalah Perisai

Rasulullah صلی الله عليه وسلم menyuruh orang yang sudah kuat syahwatnya dan belum mampu untuk menikah agar berpuasa, menjadikannya sebagai wijaa'  bagi syahwat ini, karena puasa menahan kuatnya anggota badan hingga bisa terkontrol, menenangkan seluruh anggota badan, serta seluruh kekuatan (yang jelek) ditahan hingga bisa taat dan dibelenggu dengan belenggu puasa.

Telah jelas bahwa puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menjaga anggota badan yang dhahir dan kekuatan bathin. Oleh karena itu Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Wahai sekalian para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu ba'ah hendaklah menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan, dan lebih menjaga kehormatan. Barangsiapa yang belum mampu menikah, hendaklah puasa karena puasa merupakan wijaa' (pemutus syahwat) baginya"

Rasulullah صلی الله عليه وسلم telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan syahwat. Jika telah jelas demikian -wahai muslim- sesungguhnya puasa itu menghancurkan syahwat, mematahkan tajamnya syahwat yang bisa mendekatkan seorang hamba ke neraka, puasa menghalangi orang yang puasa dari neraka.

Oleh karena itu banyak hadits yang menegaskan bahwa puasa adalah benteng dari neraka, dan perisai yang menghalangi seseorang dari neraka.

Bersabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.

"Artinya : Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim"

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka"

Dan Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi"
Sebagian ahlul ilmi telah memahami bahwa hadits-hadits tersebut merupakan penjelasan tentang keutamaan puasa ketika jihad dan berperang di jalan Allah. Namun dhahir hadits ini mencakup semua puasa jika dilakukan dengan ikhlas karena mengharapkan wajah Allah Ta'ala, sesuai dengan apa yang dijelaskan Rasulullah صلی الله عليه وسلم termasuk puasa di jalan Allah (seperti yang disebutkan dalam hadits ini).

  • Puasa Bisa Memasukkan Hamba ke Surga

Engkau telah tahu wahai hamba yang taat -mudah-mudahan Allah memberimu taufik untuk mentaati-Nya, menguatkanmu dengan ruh dari-Nya- bahwa puasa menjauhkan orang yang mengamalkannya ke bagian pertengahan surga.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu 'anhu katanya, "Aku berkata (kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم) :

"Wahai Rasulullah, tunjukkan padaku suatu amalan yang bisa memasukkanku ke surga.? ; beliau menjawab : "Atasmu puasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu"

  • Pahala Orang Puasa Tidak Terbatas *
  • Orang Puasa Punya Dua Kegembiraan*
  • Bau Mulut Orang Yang Puasa Lebih Wangi dari Baunya Misk*

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, (bahwasanya) Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda,

"Artinya : Semua amalan bani Adam untuknya kecuali puasa 1.9 , karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah : 'Aku sedang berpuasa' 1.10
Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau misk.  Orang yang puasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya"
Di dalam riwayat Bukhari (disebutkan):

"Artinya : Meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karena puasa untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya"
Di dalam riwayat Muslim:

"Artinya : Semua amalan bani Adam akan dilipatgandakan, kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat yang semisal dengannya, sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman: "Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dia (bani Adam) meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku"
Bagi orang yang puasa ada dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang puasa di sisi Allah adalah lebih wangi daripada bau Misk"

  • Puasa dan Al-Qur'an Akan Memberi Syafa'at Kepada Ahlinya di hari Kiamat

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : "Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafa'at karenaku". Al-Qur'an pun berkata : "Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafa'at karenaku" Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda : Maka keduanya akan memberi syafa'at"

  • Puasa Sebagai Kafarat

Diantara keistimewaan puasa yang tidak ada dalam amalan lain adalah; Allah menjadikannya sebagai kafarat bagi orang yang memotong rambut kepalanya (ketika haji) karena ada udzur sakit atau penyakit di kepalanya, kaparat bagi yang tidak mampu memberi kurban, kafarat bagi pembunuh orang kafir yang punya perjanjian karena membatalkan sumpah, atau yang membunuh binatang buruan di tanah haram dan sebagai kafarat zhihar. Akan jelas bagimu dalam ayat-ayat berikut ini.

Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Dan sempurnkanlah olehmu ibadah haji dan umrah karena Allah; maka jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau sakit), maka wajib menyembelih kurban yang mudah didapat. Dan janganlah kamu mencukur rambut kepalamu, hingga kurban itu sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada diantaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercu kur), maka wajib atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkurban.
Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) kurban yang mudah di dapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali.
Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluargannya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Makkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya" [Al-Baqarah : 196]
Allah Ta'ala juga berfirman.

"Artinya : Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin.
Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" [An-Nisaa' : 92]
"Artinya : Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah kamu yang kamu sengaja, maka kafarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak.
Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)" [Al-Maidah : 89]
"Artinya : Orang-orang yang menzhihar isteri mereka kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur.
Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur.
Maka siapa yang tidak kuasa (wajib atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang sangat pedih" [Al-Mujaadiliah : 3-4]
Demikian pula, puasa dan shadaqah bisa menghapuskan fitnah seorang pria dari harta, keluarga dan anaknya. Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda.

"Artinya : Fitnah pria dalam keluarga (isteri), harta dan tetangganya, bisa dihapuskan oleh shalat, puasa dan shadaqah"

  • Rayyan Bagi Orang yang Puasa

Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi صلی الله عليه وسلم (bahwa beliau) bersabda,

"Artinya : Sesungguhnya dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Rayyan, orang-orang yang puasa akan masuk di hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terkahir yang puasa ditutuplah pintu tersebut. Barangsiapa yang masuk akan minum, dan barangsiapa yang minum tidak akan merasa haus untuk selamanya"

sumber:blog.vbaitullah.or.id

06 August 2011

Kiat Sukses Di Bulan Ramadhan (2)

Dari Abu Hurairah RA berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan dimana Allah mewajibkan kepada kaliau untuk berpuasa.

Pada bulan ini dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya syaitan.

Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih mulia dibandingkan dengan 1.000 bulan.

Maka barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka ia tidak akan mendapatkan kebaikannya.(HR Nasa'i) Terdapat beberapa hikmah yang dapat dipetik dari hadis ini. Di antara hikmah- hikmah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bahwa untuk meraih kesuksesan di bulan Ramadan, baik sukses dunia maupun sukses akhirat (sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan sebelumnya), kita perlu berusaha (ber-mujahadah) semaksimal mungkin agar benar-benar dapat meraih kesuksesan tersebut.

Karena Allah SWT hanya akan memberikan kesuksesan bagi orang-orang yang yakin akan meraih kesuksesan dan benar-benar berupaya untuk meraihnya.

Bukankah dalam sebuah hadis Qudsi Allah SWT berfirman. "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku pada-Ku...." (HR Bukhari). Maka marilah kita menanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa insya Allah di bulan Ramadan tahun ini kita semua akan mendapatkan kesuksesan.

2. Bahwa momentum untuk meraih kesuksesan, ada di bulan ini, yaitu di bulan Ramadan, yang belum tentu kita bisa mendapatkannya di bulan-bulan lainnya.

Hal ini sangat jelas disabdakan oleh Rasulullah SAW di akhir bagian sebuah hadis, setelah menjelaskan tentang keutamaan bulan Ramadan:

Dari Abu Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah SaW bersabda, "Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan di mana Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa.

Pada bulan ini dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya syaitan. Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih mulia dibandingkan dengan 1.000 bulan.

Maka barang siapa yang diharamkan kebaikannya, maka ia tidak akan mendapatkan kebaikannya.(HR Nasa'i)

3. Berikut ini adalah kiat-kiat agar kita dapat menggapai kesuksesan dunia akhirat dengan Ramadan. Kiatnya adalah dengan 'modal 5 M', yaitu:

a) M 1 = Menumbuhkan azam yang kuat. yaitu memiliki azam (keinginan yang kuat, cita-cita dan motivasi) yang kuat untuk menjadi 'orang terbaik' di bulan Ramadan dan di pasca bulan Ramadan.

Karena seseorang itu sangat tergantung dengan apa yang diniatkan dan ditekadkan di dalam hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, "Bahwasanya setiap orang akan mendapatkan (pahala) apa yang diniatkannya ..." Mutafaqqun 'alaih. Tanpa niat dan tekad yang kuat untuk menggapai sukses dunia akhirat di Ramadhan, tidak mungkin seseorang akan mendapatkan kesuksesan Ramadhan.

b) M 2 = Membuat Perencanaan Program Ramadan. Untuk meraih kesuksesan di bulan Ramadan, kita juga perlu membuat perencanaan program di bulan Ramadan. Bagaimana mungkin kita akan meraih kesukesan apabila kita tidak memiliki perencanaan yang baik. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang cerdas adalah orang yang mengevaluasi dirinya sendiri dan beramal untuk kehidupan setelah kematiannya...." (HR Turmudzi).

Beramal untuk kehidupan setelah kematiannya bermakna memiliki program jangka panjang. Rencana program dapat dibuat dalam skala pribadi (fardi), maupun juga dalam skala keluarga.

Skala pribadi seperti membuat target dalam membaca Al Qur'an, misalnya satu kali mengkhatamkan Al Qur-an selama bulan Ramadan.

Atau dalam infak shadaqah, misalnya dengan menginfakkan Rp 10.000 per hari selama bulan Ramadan, dsb.

Adapun dalam skala keluarga adalah seperti membuat jadual shalat tarawih bersama keluarga di masjid-masjid yang ditentukan.

Atau target dalam tadarus (membaca Al Qur'an) bersama keluarga di rumah menjelang berbuka puasa, dsb.

c) M 3 = Melakukan aktivitas terbaik. Setelah membuat rancangan program, maka selanjutnya harus melakukan aktivitas yang terbaik selama menjalani proses Ramadan.

Yang dimaksud dengan aktivitas terbaik adalah memilih jenis amalan yang terbaik, seperti membaca Al Qur'an, salat tarawih, infaq shadaqah, dsb.

Dan juga memilih waktu yang terbaik, seperti waktu ba'da subuh untuk membaca Al Qur-an, waktu sebelum sahur untuk memperbanyak istighfar, dsb.

Allah SWT berfirman, "Dan pada waktu sahur mereka meminta ampunan pada Allah (istighfar)". (QS Adz Dzariyat (51): 18

d) M 4 = Menghindarkan diri sebisa mungkin dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena Ramadan merupakan bulan terbaik untuk kita meraih kesuksesan.

Oleh karena itu, kita harus menghindarkan diri dari segala aktivitas yang menjauhkan kita dari semangat kesuksesan, seperti terlalu banyak menonton TV, main game, tidur, ngobrol, belanja, dsb.

Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna." (QS Al Mu'minuun (23): 3)

e) M 5 = Menjadikan Ramadan sebagai sarana untuk perbaikan diri. Ramadhan merupakan saat yang paling tepat untuk introspeksi diri, bermuhasabah dan kemudian memperbaiki diri dari segala kekurangan dan kekhilafan.


Segala sarana di bulan Ramadan sangat mendukung untuk melakukan itu semua, sebagai contoh di bulan ini kita dianjurkan untuk bertaubat.

Dan taubat merupakan salah satu sarana pengakuan diri terhadap kesalahan dan kekurangan diri kita.
Dan bukankah salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang berani mengakui kesalahan-kesalahan dirinya?

Maka, di bulan inilah saatnya bagi kita untuk mengakui kesalahan dan kekurangan diri kita dengan memperbanyak taubat.

sumber:detikcom
Published with Blogger-droid v1.6.7

12 August 2010

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Berpuasa didefinisikan sebagai periode tubuh yang pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu.

Bertolak belakang dengan persepsi bahwa berpuasa memburuk kesehatan tubuh, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

11 August 2010

Sahur yang Ideal Agar Puasa Tidak Lemas

Selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun cairan sekitar 14 jam, karena itu peran dari sahur sangat penting. Menu yang dikonsumsi saat sahur bisa mempengaruhi kondisi seseorang selama berpuasa.

Bagaimana sahur yang ideal agar tidak lemas saat menjalani puasa?

12 July 2010

Tanggal 1 Ramadhan Jatuh Pada 11 Agustus 2010

Kalender Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur memprediksi 1 Ramadhan 1431 Hijriah bertepatan dengan 11 Agustus 2010. "Itu prediksi secara hisab (perhitungan matematis), karena kami tetap menunggu rukyatul hilal (melihat rembulan muda secara kasat mata)," kata Ketua Lajnah Falaqiah PWNU Jatim H Abdus Salam Nawawi di Surabaya, Minggu (11/7).

28 August 2009

Kesalahan-kesalahan di bulan ramadhan(updated)

Di bulan ramadhan ini ada baiknya kita mengetahui tentang kesalahan2 apa saja yg dianggap hal kecil tapi kalau tidak hati2 akan menjerumuskan kita ke dalam bid'ah,dimana dosa2 kecil inilah yg pertama kali di tampakan kepada kita nanti di hari kiamat...

Batu kerikil yg akan membuatmu jatuh bukan batu besar...karena yg besar terlihat dari jauh dan dapat kita hindari...tapi yg kerikil baru akan kita lihat saat terinjak dan terjatuh.
ini adalah kesalahan2 yg harus dihindari: