Dalam dunia monster, Bigfoot dan Loch Ness adalah dua yang paling dikenal di dunia. Namun, sejak 1995, muncul monster baru yang mendadak tenar, dan langsung duduk rangking tiga. Namanya Chupacabra yang juga berarti ’penghisap darah kambing’.
Chupacabra menjadi tersangka dalam setiap kasus yang melibatkan kematian serius binatang ternak. Saking terkenalnya, binatang misterius itu bahkan punya akun fan club di situs jejaring sosial, Facebook.
Namun, eksistensi Chupacabra terancam. Sebab, Benjamin Radford -- penulis beberapa buku soal monster dan fenomena paranormal sekaligus editor jurnal The Skeptical Inquirer, juga kolumnis di situs sains, Livescience.com, telah merilis apa yang ia sebut sebagai bukti kuat bahwa Chupacabra tidak nyata. Keberadaan Chupacabra bahkan tak masuk ketegori kabar bohong (hoax), melainkan hanya sisa-sisa memori dari film fiksi.
Kata Radford, cerita tentang El Chupacabra pertama kali muncul Maret 1995 di Puerto Rico. Kala itu, ditemukan bangkai kambing yang kehabisan darah. Lalu pada bulan Agustus, koran-koran memberitakan keterangan saksi mata yang mendeskripsikan mahluk bipedal, tinggi 4-5 kaki, panjang, dengan penampakan wajah mirip alien dengan mata merah atau hitam.
Penggambaran itu lalu dijadikan deskripsi bagi Chupacabra. Lalu laporan penampakan mahluk serupa mulai bermunculan di seluruh Karibia, Amerika Latin, Meksiko, dan Florida, Amerika Serikat.