Manoa - Gelombang tsunami besar yang dipicu oleh gempa Tohoku bermagnitudo 9 pada 11 Maret 2011 telah menghancurkan kota-kota di pesisir pantai dekat Sendai di Jepang hingga nyaris rata dengan tanah. Puing-puing ribuan rumah dan mobil yang hancur dihanyutkan gelombang tinggi ke laut. Gunungan sampah itu akan melintasi Samudra Pasifik dan "terdampar" di berbagai pantai di Amerika Serikat.
Nikolai Maximenko dan Jan Hafner dari International Pacific Research Center, University of Hawaii, Manoa, membuat proyeksi daerah yang akan dituju oleh sampah tsunami tersebut. Mereka mengembangkan model simulasi berdasarkan perilaku pelampung hanyut di laut selama bertahun-tahun untuk tujuan ilmiah.
Awalnya puing-puing itu menyebar ke arah timur dari pantai Jepang di pusaran arus subtropis Pasifik Utara. Dalam setahun, Northwestern Hawaiian Islands Marine National Monument akan melihat serpihan sampah itu tersapu ke pantainya. Dalam dua tahun, kepulauan Hawaii lainnya akan menyaksikan efek sampah tsunami itu. "Dalam tiga tahun, gunungan sampah kayu, plastik, besi, dan sebagainya itu akan mencapai pantai barat Amerika Serikat, menumpahkan puing-puing tersebut ke pantai-pantai California dan pantai British Columbia, Alaska, dan Baja California," kata Maximenko.