Pepatah populer mengatakan, man shabara zhafira, "Siapa yang bersabar akan beruntung." Mengapa beruntung? Sebab, innaallâha ma'a al-shâbirîn, "… Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS al-Baqarah [2]: 153). Jika Allah sudah menyertai seseorang, tak ada siapa pun akan mampu mencelakakan dia, biarpun seluruh dunia bersatu padu menentangnya. Oleh karena itu, kebesertaan Allah dengan kita, itulah yang harus kita usahakan dalam kehidupan ini. Caranya ialah dengan bersabar. Sabar merupakan cara untuk meminta pertolongan Allah sebagaimana dalam Alquran dinyatakan: "Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat …." (QS al-Baqarah [2]: 45).
Bagaimana implementasi sabar? Berdasarkan sabda Rasulullah, para ulama membagi sabar ke dalam tiga situasi. Pertama, sabar dalam menjalankan ibadah (al-shabru fî al-'ibâdah). Kedua, sabar dalam menghindari maksiat (al-shabru 'alâ al-ma'shiyah). Ketiga, sabar dalam menghadapi musibah (al-shabru 'inda al-mushîbah).