Selain menyebabkan pergeseran poros Bumi dan mempercepat rotasi, gempa Jepang dilaporkan juga mengakibatkan kecepatan aliran gletser di Antartika meningkat untuk sementara. Biasanya, gletser bergerak 1 meter dalam sehari, tapi kali ini bergerak setengah meter sekaligus saat gempa terjadi.
Pergerakan itu termonitor oleh Jake Walter dari Universitas California Santa Cruz. Bersama rekannya, ia memantau aliran gletser itu dari California menggunakan fasilitas GPS. Walter dan rekannya menemukan, kecepatan aliran es meningkat 2 kali sehari dalam pergerakan yang berlangsung hingga 30 menit.
Peningkatan aliran gletser dilaporkan terjadi di Whillans, Antartika Barat. Aliran Whillands mengalirkan es dari Antartika Barat menuju Ross Ice helf. Walter menganggap fenomena ini menarik meski takkan mengganggu kestabilan aliran es di Antartika.