Showing posts with label Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bumi. Show all posts

23 May 2011

Apa Yang Terjadi Jika Benua Tidak Terpisah??

Sekitar 300 hingga 200 juta tahun silam, tujuh benua yang ada sekarang ini berasal dari sebuah benua sangat luas. Benua itu disebut 'Pangea'. Beberapa bagian dari Pangea itu lalu terangkat akibat pergerakan kerak bumi. Lalu terpecah-pecah menjadi patahan atau sekarang kita kenal lempeng tektonik.


Sejumlah benua terlihat saling berpasangan antara satu dengan lainnya. Seperti permainan puzzle yang pas jika dipasangkan. Misalnya, kawasan pantai timur Amerika Selatan, bentuknya cocok jika dipasangkan dengan pantai barat Afrika.


Apa jadinya jika benua itu tidak terpecah dan berpisah satu dengan lainnya? Tentu banyak hal akan terjadi. Tapi yang hampir pasti, dunia ini akan miskin perbedaan. Kurang beragam alias homogen. Baik tumbuhan, binatang, termasuk manusia.


Teori yang kni masih diyakini banyak orang adalah nenek moyang spesies makhluk saat ini terbentuk karena isolasi geografis. Karena 'keterbatasan' akibat isolasi itu, secara perlahan tapi pasti mengalami perubahan. Berevolusi menjadi sifat, dan bentuk baru setelah melewati tantangan alam.


Coba kita perhatikan, sebagai contoh, pulau Madagaskar yang sekarang berada di timur Afrika. Pulau luas ini adalah pecahan dari Pangea bagian selatan pada 160 juta tahun yang lalu.


Menurut Conservation International, di pulau itu, sekitar sembilan dari sepuluh jenis tumbuhan dan mamalia yang hidup, berevolusi dan tidak ditemukan di pulau manapun di atas planet ini.


Profesor ilmu bumi dari Universitas Ohio, Damian Nance, mengatakan jika Pangea tak terpecah, maka kondisi kehidupan di benua itu akan sangat panas dan gersang. "Karena ukuran Pangea sangat luas, awan basah akan hilang sebelum mencapai jarak yang jauh," kata Nance seperti dikutip VIVAnews.com dari lifelittlesciencemysteries.com, Jumat 20 Mei 2011.


Pangea yang belum terpecah itu, bergerak menjauhi kutub akibat rotasi bumi. Sehingga, benua itu terpusat di sekitar ekuator, bagian planet paling panas. Pada iklim seperti itulah, reptil dapat hidup dengan baik. Misalnya dinosaurus, hidup dengan baik saat benua masih menyatu secara luas.

05 April 2011

Hujan Meteorit Pernah Bikin Bumi Super Dingin

img17


Bumi ternyata sempat mengalami masa superdingin di masa awal pembentukan planet sekitar 4 miliar tahun lalu. Hal tersebut kemungkinan dipengaruhi meteorit-meteorit kecil yang memborbardir Bumi.


Ilmuwan dari Imperial College London, Inggris, mempelajari efek Late Heavy Bombardment (LHB), periode awal tata surya di mana Bumi dibombardir oleh meteorit-meteorit kecil itu. Studi tersebut dipimpin oleh Dr Richard Court dari Department of Earth Science and Engineering universitas tersebut.


Berdasarkan studi itu, diketahui bahwa bombardir meteorit-meteorit mikro yang terjadi 4 miliar tahun yang lalu itu menyebabkan suhu Bumi jauh lebih dingin dari semula sehingga bisa menghambat kehidupan. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Geochimica et Cosmochimica Acta 1 April 2011 lalu.


Bagaimana mekanismenya? Ketika masuk ke atmosfer Bumi, meteorit akan terpanaskan hingga suhu 1000 derajat Celsius. Pada saat itulah, meteorit terbakar dan melepaskan beragam macam gas, salah satunya adalah sulfur dioksida yang kemudian membentuk aerosol.


Aerosol memiliki sifat menghalangi cahaya dan panas Matahari masuk ke Bumi. Ketika banyak meteorit yang melepaskan sulfur dioksida yang menjadi aerosol, maka konsentrasi senyawa tersebut di atmosfer meningkat. Akibatnya Bumi menerima panas yang lebih sedikit dan menjadi lebih dingin.

31 March 2011

Bumi Semakin Berangin

 

Selama 20 tahun terakhir dunia semakin berangin. Belum ada studi yang bisa menjelaskan penyebabnya.

Berdasarkan analisis terhadap data satelit global, dalam 20 tahun terakhir angin ekstrem yang disebabkan oleh badai meningkat, naik 10 persen. Sementara itu, kecepatan angin rata-rata meningkat 5 persen.

Studi yang dilakukan oleh Swinburne University of Technology di Melbourne, Australia, melihat pada kecepatan angin di berbagai area luas di seluruh dunia. "Penelitian pada beberapa area yang lebih kecil juga menunjukkan hasil yang sama," kata Ian Young yang memimpin studi. Dengan demikian, Young dan timnya mengambil kesimpulan bahwa ada peningkatan.

Meskipun mendapati kalau dunia lebih berangin, tim yang dipimpin Young belum dapat menyimpulkan penyebabnya. "Entah akibat pemanasan global, entah sekadar pola siklus," kata Young.

Dengan kondisi angin seperti ini, Young menjelaskan lebih lanjut, pasti ada perubahan pada desain struktur bangunan pada pantai dan lepas pantai, erosi, dan ekosistem laut.

 

sumber: national geographic

24 March 2011

"Musim Gempa" dan Misteri Bawah Bumi

Ketika Bumi ternyata ”hanya” merupakan susunan teka-teki potongan gambar (jigsaw puzzle) yang pada garis pertemuannya ada bagian yang masuk ke bawah bagian lain, muncul pertanyaan: ”apakah gempa di suatu wilayah akan memicu terjadinya gempa di bagian lain dunia?” Pertanyaan klasik tersebut dipicu logika: karena semua ”keping gambar Bumi” tersebut terkait satu sama lain, apabila satu keping bergeser, kepingan lain juga bergerak.

Atas pertanyaan di atas, jawaban yang umum terdengar dari kalangan pakar seismologi dan ilmuwan kebumian lain adalah belum tentu lempeng lain akan turut bergerak jika terjadi gempa di tempat lain. Itu tergantung sistem lempeng yang bergerak dan jauh jarak lempeng lainnya.

Berbicara soal gempa, pada awalnya terdapat teori tektonik lempeng yang bertutur soal sejarah terbentuknya benua dan tentang fakta adanya lempeng samudra dan lempeng benua (daratan) yang bergerak satu sama lain.

Gempa terjadi saat dua lempeng yang saling mendesak tidak dapat lagi menahan kekuatan tekanan sehingga sebagian energi dilepaskan. Energi tersebut menimbulkan getaran yang kita rasakan sebagai gempa. Getaran amat kuat akan mengakibatkan pergeseran atau terbelahnya permukaan Bumi.

17 March 2011

Asteroid Seukuran Rumah Lintasi Bumi

 

Sebuah asteroid dengan ukuran kurang lebih sebesar rumah melintasi Bumi pada 16 Maret 2011, pukul 21.49 GMT. Menurut NASA, asteroid itu melintas hanya satu hari setelah terdeteksi sedang bergerak mendekati planet Bumi.


Untungnya, asteroid kecil bernama 2011 EB74 itu hanya memiliki ukuran panjang sekitar 14 meter dan tidak berpotensi untuk menabrak Bumi. Sebab, ukuran asteroid itu membuatnya tidak akan mampu menembus atmosfir dan akan habis terbakar sebelum jatuh di permukaan Bumi.


Asteroid itu juga hanya melintas dengan jarak yang aman yakni sekitar 203 ribu mil atau 326.696 kilometer saat berada di posisi terdekatnya dengan Bumi. Sebagai gambaran, jarak rata-rata Bumi dengan bulan mencapai 238 ribu mil atau 382.900 kilometer.

05 March 2011

Bulan Akan Dekati Bumi Pada 19 Maret 2011

Dongakkan kepala Anda ke arah langit malam, Sabtu 19 Maret 2011 mendatang. Jika mendung tidak menggantung, akan terlihat penampakan Bulan lain dengan biasanya.

Satelit Bumi itu akan nampak lebih besar. Di malam itu, Bulan akan berada dalam jarak terdekat dengan Bumi sejak tahun 1993, 18 tahun yang lalu. Fenomena ini disebut ' lunar perigee '. Sementara, ada astrolog yang menyebutnya  'SuperMoon'.

Penampakan Bulan malam itu akan sangat menarik untuk difoto. Tapi, sejumlah astronom meramalkan, kejadian itu mengkhawatirkan, karena akan mempengaruhi pola iklim di Bumi. Sebagian orang menghubung-hubungkan lunar perigee itu dengan bencana, seperti gempa.

02 March 2011

Ayo Matikan Listrik Pada 26 Maret

Tahukan Anda tentang Earth Hour? Perayaan Earth Hour merupakan sebuah gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam.Perayaan Earth Hour dilaksanakan setiap hari Sabtu minggu ketiga pada bulan Maret.

Pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat.
Tahun ini, perayaan Earth Hour jatuh pada tanggal 26 Maret 2011.
Awalnya, perayaan ini adalah kampanye kolaborasi WWF Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia.
Tujuannya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di kota itu sebanyak 5 persen pada 2007. Hingga tahun lalu, 128 negara telah terlibat perayaan ini.
Nyoman Iswarayoga, Director Climate and Energy Program WWF Indonesia, mengatakan,
"Tahun ini ada yang berbeda dari perayaan Earth Hour. Jika tahun lalu hanya 60, maka tahun ini jadi 60+. Artinya, setelah 60 menit mematikan lampu selanjutnya menjadi gaya hidup."
"Kita mengharapkan, setelah perayaan Earth Hour orang bisa menyadari perlunya penghematan pemakaian energi. Orang bisa mengubah gaya hidupnya," lanjutnya dalam konferensi pers perayaan Earth Hour di Sheraton Media Hotel & Towers, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
Untuk merangkul sebanyak mungkin individu, WWF Indonesia mengadakan road show di beberapa kota, seperti Jakarta,Bandung, Yogyakarta, dan Bali.
Road show bertujuan untuk merangkul komunitas agar bisa membantu menggerakkan masyarakat sekitar berpartisipasi dalam Earth Hour.
Setelah Earth Hour, Nyoman mengajak setiap orang untuk mengubah gaya hidup dari tindakan kecil.
"Misalnya kita bisa tahu apakah lampu yang menyala di rumah atau kantor sebenarnya diperlukan atau tidak. Lalu kalau ke supermarket bisa bawa tas sendiri atau harus minta tas plastik," paparnya.
Perubahan gaya hidup, menurut dia, bisa dimulai di tingkat perusahaan ataupun rumah tangga.
Budaya perusahaan yang diperkenalkan kepada karyawan bisa dibawa dan ditularkan karyawan ke tingkat rumah tangga dan lingkungan sekitarnya.
Mekanisme sebaliknya pun bisa terjadi. Ayo rayakan 60+ Earth Hour!

05 February 2011

penemuan sistem tata surya baru

Para astronom berhasil melacak sebuah sistem tata surya aneh dengan planet-planet kecil yang berdekatan dengan orbit "matahari" mereka.

Sebuah teleskop ruang angkasa yang tengah mengorbit, membantu para ilmuwan untuk menunjukan lebih dari 1.200 eksoplanet (planet di luar sistem tata surya kita),

10 August 2010

Tsunami Matahari Pertanda Zaman Es Baru?

Senin (1/8) lalu, matahari mengirimkan gelombang tsunaminya ke bumi. Aktivitas setelah tidur panjang itu, bisa jadi tanda zaman es baru di bumi.

Matahari telah diam selama
beberapa tahun terakhir. Tapi
diamnya terlalu tenang. Biasanya
matahari naik dan turun dalam
siklus tidur-bangun yang
berlangsung rata-rata selama 11
tahun.

Saat matahari sedang maksimum
maka bisa mengeruhkan lapisan
luar dan belang-belang sunspots di
permukaannya. Jilatan api
matahari menakjubkan juga akan
menjulur ke ruang angkasa, serta
gumpalan partikel bermuatan
memuntahkan semburan plasma
yang dapat mencapai bumi.
Matahari minimum telah
memasuki masa tenang, dan
kesunyian mengerikan itu telah
berlangsung selama sekitar dua
tahun.

“ Orang-orang mulai
gelisah,” kata astronom surya
Leon Golub dari Harvard-
Smithsonian.
Pada 1 Agustus lalu matahari
mulai bangun namun belum
dengan sepenuh hati. Website
SpaceWeather.com menyebut
‘suar matahari kelas C3 dan
tsunami surya ’ . Kondisi itu juga
ditangkap dalam bentuk video
spektakuler oleh Dynamics Solar
Observatory NASA yang baru
diluncurkan Februari.

Sebuah sendawa matahari telah
mengirimkan awan partikel
bermuatan raksasa menuju bumi.
Partikel itu tiba pada beberapa
hari lalu dan menabrak medan
magnet bumi.
Badai elektromagnetik yang
dihasilkan matahari itu cenderung
memicu pertunjukan spektakuler
Cahaya Utara atau Aurora di Rusia,
Amerika Utara dan Eropa bagian
utara. Hal itu juga bisa
mengganggu komunikasi antara
satelit yang mengorbit dan
penerima di bumi.

Tetapi ukuran yang relatif kecil
menyebabkan para ahli
mempertimbangkan gangguan
besar tidak mungkin terjadi.
Namun, kata Golub "kami tidak
punya cara untuk memprediksi ini
dengan pasti."
Fisikawan matahari juga tidak
punya pegangan yang baik
tentang mengapa matahari
kadang-kadang diam untuk waktu
yang lama. Terakhir adalah terjadi
sekitar abad yang lalu yaitu pada
1600-an dan awal 1700-an.

Matahari tenggelam dalam
ketenangan, dikenal sebagai
Maunder Minimum (minimum di
luar kebiasaan) yang berlangsung
selama beberapa dekade. Pada
posisi surut paling rendah ketika
itu, aktivitas matahari hanya
sekitar 0,1% dari normal selama
30 tahun.

Seperti yang terjadi, Maunder
Minimum itu tumpang tindih
dengan masa yang disebut Little
Ice Age (zaman es kecil). Saat itu
Sungai Thames di Inggris
membeku sepanjang musim
dingin, dan kelaparan meluas,
karena musim yang lebih dingin
dan banyak mempengaruhi Eropa.

Peristiwa kebetulan itu
menyebabkan teori tingkat energi
matahari yang kecil
menyebabkan Little Ice Age. Tapi
itu tidak cukup untuk menjelaskan
misalnya perubahan iklim yang
dramatis.“ Waktunya kurang
tepat, pendinginan mulai sebelum
sunspots hilang, ” kata Golub.
Hal yang sama berlaku saat ini.
Variabilitas matahari mencapai
sekitar 10% dari variabilitas suhu
di seluruh dunia, kata Golub.
Artinya jika menduga akan terjadi
Maunder Minimum modern, itu
tidak akan cukup untuk melawan
efek pemanasan dari
meningkatnya tingkat rumah
kaca gas.

“ Meskipun diketahui matahari
baru terjaga, tapi itu bisa
memasuki periode aktivitas
matahari rendah dalam jangka
panjang lagi. Ada prediksi
matahari maksimum mendatang
akan lemah,” timpal.
Hal itu pernah terjadi sebelumnya puncak aktivitas matahari lebih lemah dan makin melemah. Kemudian akan berlangsung selama 30 atau
40 tahun.

14 July 2010

Usia Bumi Lebih Muda 70 Juta Tahun

LONDON - Usia bumi
ternyata lebih muda 70 juta
tahun dari yang pernah
diperkirakan. Sebelumnya
bumi diyakini berumur 4,537
miliar tahun. Hasil penelitian yang disampaikan ilmuwan dari Cambridge University,
Inggris, ini tentu
mengejutkan. <