Showing posts with label matahari. Show all posts
Showing posts with label matahari. Show all posts

02 August 2011

Waspadai Penyakit Akibat Panas Matahari!

Waspadai Penyakit Akibat Panas Matahari!Jangan anggap remeh sengatan hawa panas matahari, terutama ketika kita sedang beraktivitas di luar ruangan.

Di Amerika Serikat, setiap tahunnya 6.000 orang dilarikan ke unit gawat darurat akibat penyakit yang berkaitan dengan udara panas.

Penyakit-penyakit tersebut termasuk kelelahan akibat udara panas dan dehidrasi. Korban terbanyak adalah remaja laki-laki berusia 15-19 tahun.

Peringatan akan bahaya udara panas tersebut disampaikan oleh Centre for Disease Control (CDC) and Prevention AS. Penyakit akibat udara panas merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada pelajar sekolah dan atlet.

Menurut CDC, tanpa perawatan yang tepat, penyakit akibat hawa panas bisa memicu gagal organ, kerusakan otak, dan kematian. Walau begitu kebanyakan pasien yang dibawa ke UGD dalam penelitian terbaru ini tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Gejala-gejala penyakit hawa panas antara lain dehidrasi, mual, muntah, sakit kepala dan rasa pening.

Karena itu mereka yang sering berakivitas di luar ruangan, seperti pelatih olahraga, pekerja bangunan atau atlet disarankan untuk sering mengambil jeda dan minum cukup cairan.

Gelombang udara panas yang pernah melanda Eropa di tahun 2007 juga telah menewaskan ratusan orang. Suhu udara di beberapa negara di Eropa dilaporkan melebihi 40 derajat, bahkan ada yang mencapai tingkat tertinggi yakni 44 derajat celcius.

 

01 August 2011

Terekam, Puting Beliung Matahari Setinggi 12 Kali diameter Bumi

Solar Dynamics Observatory merekam letupan serupa
tornado di permukaan matahari dengan ketinggian mencapai 150 ribu kilometer.

"Tingginya kira-kira 10-12 kali Planet Bumi," kata Astrofisikawan Surya Nasa, Alex Young, dalam livescience akhir pekan lalu.

Rekaman puting beliung di permukaan matahari ini diambil pada 12 Juli 2011.
Letusan plasma magnetik membuncah menjadi empat bagian yang terpisah selama beberapa jam sebelum memudar.

"Bentuknya tidak biasa," kata Young.
Penelitian ini sangat penting karena setiap aktivitas di pusat tata surya ini bisa berdampak langsung terhadap Bumi.

Sebelumnya, seorang ilmuwan ternama dari Badan Samudera dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat, Dr. Kathryn Sullivan, pernah
memperingatkan badai matahari bakal mencapai puncaknya pada 2013.

Lalu, apa imbasnya terhadap Bumi? Sullivan menegaskan bahwa puncak badai matahari bisa merusak satelit komunikasi, sistem navigasi, jaringan telepon, dan peralatan
transmisi listrik di Bumi.

Badai ini juga melepaskan partikel yang mampu merusak
sirkuit komputer secara sementara atau permanen.

"Akan bermasalah jika badai matahari itu menghantam planet kita,” kata Sullivan dalam
Konferensi PBB mengenai iklim global di Jenewa, Swiss, beberapa waktu lalu. Sullivan
adalah mantan astronot NASA sekaligus perempuan pertama yang berjalan di ruang angkasa.

Puncak badai matahari biasa terjadi dalam periode 11-12 tahun. Pada 2001, puncak badai matahari belum berefek signifikan pada
Bumi.

Namun, pada 1972 dan 1989, badai matahari mampu memutus jaringan telepon jarak jauh di Amerika dan jaringan listrik di
Kanada.

Matahari adalah pusat tata surya yang berbentuk bola berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen (74
persen) dan helium (25 persen) terionisasi.

Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Cahaya
matahari berasal dari hasil reaksi fusi hidrogen menjadi helium.

Diameter matahari mencapai 1.392.000 kilometer atau setara 109 kali diameter bumi.

Oleh karena itu, matahari menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai 99,85 persen dari total massa tata surya.
Published with Blogger-droid v1.6.7

11 March 2011

Kereen..!! Fenomena Sundog Yang Terlihat Seperti UFO

Seorang fotografer asal Bristol, Adam Gasson, berhasil mengabadikan fenomena Sundog di sebuah pantai wilayah utara Cowes, Isle of Wight, Inggris, yang tampak pada Sabtu (5/3/2011).

Sundog memiliki nama ilmiah parhelion. Ini adalah fenomena di atmosfer berupa spot cahaya yang terang yang biasanya muncul saat curah hujan tinggi dan suhu atmosfer sangat dingin. Sundog terbentuk ketika terdapat kristal es (yang kadang disebut debu berlian) di udara rendah. Kristal es akan membelokkan sinar matahari dengan sudut minimal 22 derajat.

09 February 2011

Medan magnet Matahari mirip tenunan yang rumit

Medan magnet Matahari mirip tenunan yang rumit

NASA





Selama ini dari Bumi, Matahari kelihatan seperti suatu bola kuning raksasa yang amat menyilaukan. Sampai saat ini juga, foto-foto sang surya yang diambil satelit luar angkasa masih dua dimensi.

Tapi, pada 6 Februari lalu, satelit Solar Terrestrial Relations Observatory (STEREO) milik NASA berhasil mengambil gambar Matahari secara tiga dimensi. STEREO dikirim ke dua posisi Matahari yang berlawanan, kemudian masing-masing mengambil foto dan kedua gambar itu lalu disatukan.

"STEREO menguak wajah fisik asli Matahari, bola plasma panas yang berpijar, dengan medan magnet mirip tenunan rumit," ujar Angelos Vourlidas, ilmuwan STEREO di Laboratorium Angkatan Laut, Washington, seperti dimuat situs NASA.

Dengan mendapatkan gambaran utuh Matahari, diyakini akan dapat berperan dalam memantau cuaca di Bumi serta akan memajukan dinamika observasi para ahli terhadap Matahari. Misi mengambil gambar Matahari secara tiga dimensi ini memang telah dirintis sejak 2007.

STEREO yang dibangun dan didesain oleh para ilmuwan dari sejumlah negara seperti AS, Inggris, Prancis, Jerman, Belgia, Belanda, dan Swiss ini pada tahun 2009, berhasil pula mengambil gambar struktur letusan di korona Matahari (coronal mass ejections) yang diyakini bisa berakibat negatif bagi Bumi.

Sementara ilmuwan Laboratorium Rutherford Appleton, Oxfordshire, Richard Harrison, menuturkan pada The Guardian bahwa hasil gambar STEREO akan mengubah persepsi orang terhadap Matahari.

"Matahari, tidak seperti banyak dikira orang, sangat kompleks cara kerjanya," katanya.

10 August 2010

Tsunami Matahari Pertanda Zaman Es Baru?

Senin (1/8) lalu, matahari mengirimkan gelombang tsunaminya ke bumi. Aktivitas setelah tidur panjang itu, bisa jadi tanda zaman es baru di bumi.

Matahari telah diam selama
beberapa tahun terakhir. Tapi
diamnya terlalu tenang. Biasanya
matahari naik dan turun dalam
siklus tidur-bangun yang
berlangsung rata-rata selama 11
tahun.

Saat matahari sedang maksimum
maka bisa mengeruhkan lapisan
luar dan belang-belang sunspots di
permukaannya. Jilatan api
matahari menakjubkan juga akan
menjulur ke ruang angkasa, serta
gumpalan partikel bermuatan
memuntahkan semburan plasma
yang dapat mencapai bumi.
Matahari minimum telah
memasuki masa tenang, dan
kesunyian mengerikan itu telah
berlangsung selama sekitar dua
tahun.

“ Orang-orang mulai
gelisah,” kata astronom surya
Leon Golub dari Harvard-
Smithsonian.
Pada 1 Agustus lalu matahari
mulai bangun namun belum
dengan sepenuh hati. Website
SpaceWeather.com menyebut
‘suar matahari kelas C3 dan
tsunami surya ’ . Kondisi itu juga
ditangkap dalam bentuk video
spektakuler oleh Dynamics Solar
Observatory NASA yang baru
diluncurkan Februari.

Sebuah sendawa matahari telah
mengirimkan awan partikel
bermuatan raksasa menuju bumi.
Partikel itu tiba pada beberapa
hari lalu dan menabrak medan
magnet bumi.
Badai elektromagnetik yang
dihasilkan matahari itu cenderung
memicu pertunjukan spektakuler
Cahaya Utara atau Aurora di Rusia,
Amerika Utara dan Eropa bagian
utara. Hal itu juga bisa
mengganggu komunikasi antara
satelit yang mengorbit dan
penerima di bumi.

Tetapi ukuran yang relatif kecil
menyebabkan para ahli
mempertimbangkan gangguan
besar tidak mungkin terjadi.
Namun, kata Golub "kami tidak
punya cara untuk memprediksi ini
dengan pasti."
Fisikawan matahari juga tidak
punya pegangan yang baik
tentang mengapa matahari
kadang-kadang diam untuk waktu
yang lama. Terakhir adalah terjadi
sekitar abad yang lalu yaitu pada
1600-an dan awal 1700-an.

Matahari tenggelam dalam
ketenangan, dikenal sebagai
Maunder Minimum (minimum di
luar kebiasaan) yang berlangsung
selama beberapa dekade. Pada
posisi surut paling rendah ketika
itu, aktivitas matahari hanya
sekitar 0,1% dari normal selama
30 tahun.

Seperti yang terjadi, Maunder
Minimum itu tumpang tindih
dengan masa yang disebut Little
Ice Age (zaman es kecil). Saat itu
Sungai Thames di Inggris
membeku sepanjang musim
dingin, dan kelaparan meluas,
karena musim yang lebih dingin
dan banyak mempengaruhi Eropa.

Peristiwa kebetulan itu
menyebabkan teori tingkat energi
matahari yang kecil
menyebabkan Little Ice Age. Tapi
itu tidak cukup untuk menjelaskan
misalnya perubahan iklim yang
dramatis.“ Waktunya kurang
tepat, pendinginan mulai sebelum
sunspots hilang, ” kata Golub.
Hal yang sama berlaku saat ini.
Variabilitas matahari mencapai
sekitar 10% dari variabilitas suhu
di seluruh dunia, kata Golub.
Artinya jika menduga akan terjadi
Maunder Minimum modern, itu
tidak akan cukup untuk melawan
efek pemanasan dari
meningkatnya tingkat rumah
kaca gas.

“ Meskipun diketahui matahari
baru terjaga, tapi itu bisa
memasuki periode aktivitas
matahari rendah dalam jangka
panjang lagi. Ada prediksi
matahari maksimum mendatang
akan lemah,” timpal.
Hal itu pernah terjadi sebelumnya puncak aktivitas matahari lebih lemah dan makin melemah. Kemudian akan berlangsung selama 30 atau
40 tahun.